Pages

Jumat, 07 Oktober 2011

Untuk: Perempuan (simpanan) ku











Selaput malam baru saja menyulam kita, sayang. Dengan tendensi berlebihan menertawai beberapa wajah keras, mengejar mereka di kelim-kelim kata.

Biarlah para pemilik skrotum itu sibuk bertahta pada superioritas mereka. Tapi kita lebih mulia. Kita punya rahim, sayang. Tempat hidup janin, meski tak ada sebentuk pedang yang bergelinjang menggeledah dindingnya.

Aku muak, sayang. Biarlah tubuh surga ini jadi milik kita, tanpa perlu takut disebut jalang. Biar saja, hanya kita, yang berbagi kenikmatan di sana. Meski hanya kromosom kembar yang ada. Meski esterogen bergelora. Kita akan punya cinta yang sama. Dengan rasa, bukan logika. Dengan lembut, bukan peluh rayu semata.

Maka sayang, maukah kamu menjadi ujung rinduku selamanya

SILAHKAN KLIK DIBAWAH INI